Simple Things for Self Motivation (#KampusFiksi 6th Day)

4:14 PM


Hingga hari keenam ini, aku masih konsisten menulis untuk challenges sambil mencegah rumput ilalang atau sarang laba-laba menyembunyikan peradaban blogku dari penelusuran Google. Selama mengikuti tantangan menulis 10 hari, aku jadi banyak mengeksplor hal yang sebelumnya tidak terlalu kupikirkan. Misalnya hari kedua, mau tidak mau aku harus berpikir cukup keras tentang hal yang membuatku histeris. Tapi apa salahnya banyak berpikir selama itu masih termasuk hal yang positif?

Hari ini, aku kembali berpikir cukup keras mengenai satu hal demi dicurahkan di sini. Apa itu? Oke, sekalian ku copy paste pertanyaan yang diajukan oleh penyelenggara challenges : “Ceritakan tentang hal di mana kamu pernah membanggakan sesuatu sementara orang lain justru meremehkan”. Jujur saja ini adalah tantangan yang lumayan sulit karena aku harus menulis hal yang sama sekali tidak pernah kupikirkan.

Oke, aku adalah (calon) penulis yang memiliki prinsip menyederhanakan suatu permasalahan yang dirasa cukup sulit. Aku sama sekali tidak peduli bahwa itu melanggar prinsip berpikir dalam ilmu logika, yang penting aku bisa mencurahkan pikiran dalam tulisan ini. Karena itu, sekarang aku akan langsung menceritakan hal enteng yang kubanggakan sementara orang lain meremehkannya.

Aku tipe orang yang suka untuk mencoba hal baru. Bukan sesuatu yang rumit, hanya berupa hal sederhana apapun bentuknya. Ketika aku berhadapan dengan hal itu, aku selalu berusaha untuk mencobanya demi memenuhi kebutuhan pengetahuan. Rintangan pasti ada, dan aku harus berhasil melewatinya. Ketika aku dapat melewatinya dengan baik, aku akan merasa bangga dan menganggap diriku pasti bisa melakukan hal lain yang lebih sulit. Itu bisa kusebut sebuah motivasi hidup. Dan aku pun berprinsip tidak ada salahnya memuji diri sendiri setelah menyelesaikan hal sederhana.

Tetapi bila aku melihat ke sisi yang lain, aku melihat banyak orang di sekitarku yang memandang sebelah mata akan hal itu. Kata-kata yang sering mereka lontarkan saat berhasil mempelajari suatu hal adalah : “Ah, cuma gini doang”. Bagiku kedengarannya cukup arogan, terlebih bagi orang yang perlu berusaha keras untuk mempelajari sesuatu. Orang yang berkata seperti itu cenderung meremehkan hal sederhana, padahal aku percaya tidak akan ada benda kompleks bila tidak diawali dengan yang sederhana. Dan aku yang bertolak belakang dengan pemikiran mereka sama sekali tidak mengerti motivasi hidup seperti apa yang mereka miliki.

Yah, walaupun begitu, sikap mereka itu takkan kuanggap sebagai halangan untuk mempelajari hal baru yang sederhana. Karena aku sadar bahwa pada dasarnya manusia selalu membutuhkan sesuatu yang baru dan selalu haus dengan pengetahuan. Tidak akan ada istilah ‘kepo’ kalau manusia tidak haus pengetahuan ‘kan? Dan tidak akan ada istilah ‘bosan’ juga bila manusia tidak butuh hal baru. Kesimpulannya, hal baru itu mau yang sederhana ataupun yang rumit, bila aku bisa menyelesaikannya akan kujadikan pencapaian yang bisa dibanggakan.

You Might Also Like

2 comments

  1. jangan lupa, dibagijuga semangat menulisnya
    spy orang macam saya, juga ikutan senang nulis terus #ehe

    ReplyDelete
  2. Wah, rapih banget cit tulisannya *0* keliatan niat buat ikut ini challenge, hehehe gak ky saya acak-acakan.
    Bener nih setuju ama kamu ^-^)b

    ReplyDelete

Like us on Facebook

Flickr Images